Faedah Daun Bidara Untuk Penyakit

daun bidara


Faedah Daun Bidara Bidara adalah tanaman yang mempunyai sangat banyak faedah untuk manusia, orang zaman dulu memakai daun bidara untuk memandikan jenazah, bahkan juga Nabi Muhammad sempat juga memakai daun bidara ini untuk melindungi kesehatan badan. Tersebut faedah dari daun bidara :
1. Daun bidara memiliki kandungan senyawa antibakterial, hingga begitu efisien untuk menyembuhkan penyakit akibat bakteri maupun virus, seperti pilek, influenza, flu babi, flu burung serta bahkan juga HIV/AIDS.

2. Menyembuhkan penyakit diabetes melitus, baik type 1, type 2 maupun diebetes gestasional, karna daun bidara memiliki kandungan glikemik yang begitu rendah.

3. Menyembuhkan permasalahan mulut, seperti sariawan, bibir pecah-pecah, gusi berdarah serta ada banyak lagi.

4. Menghindar serta menyembuhkan penyakit perkembangan jaringan abnormal, seperti kanker, tumor, kista serta ada banyak lagi.

5. Daun bidara dengan kandungan antiseptik, jadi bakal begitu bermanfaat untuk menyembuhkan luka, baik luka baru maupun luka yang telah lama.

6. Daun bidara yang masih tetap muda serta fresh begitu bermanfaat untuk menangani permasalahan kewanitaan, seperti keputihan, haid tak normal serta ada banyak lagi.

1. Habitat serta Penyebaran
Ziziphus mauritiana yaitu satu diantara buah yang paling kuno asli India. Tumbuhan ini tumbuh di daerah tropis, sub tropis serta daerah
Tanaman ini datang dari Timur Tengah serta sudah menebar di lokasi Tropik serta sub tropik, termasuk juga Asia Tenggara. Tanaman ini bisa menyesuaikan dengan beragam keadaan, namun tumbuhan ini lebih suka pada hawa yang panas dengan curah hujan sekitar pada 125 mm serta diatas 2000 mm. Suhu maksimum supaya bisa tumbuh dengan baik yaitu 37-48C, dengan suhu minimun 7-13C. Tanaman ini biasanya diketemukan pada daerah dengan ketinggian 0-1000 m dpl (Dahiru. 2010).
Liar serta dibudidayakan diketemukan di kering daerah serta beberapa tempat berbatu (Marwat. 2009).

2. Habitus
Z. mauritiana yaitu tumbuhan semak, dengan tinggi meraih 15 m (Clifford. 2001).
Familia Rhammaceae mempunyai perawakan semak atau pohon tidak sering yang berbentuk terna (Gembong. 2010).

3. Akar
Perakaran tunggang

4. Batang
Pohon senantiasa hijau atau 1/2 meranggas, tumbuh tegak, atau menebar dengan cabang-cabangnya yang terkulai (declinatus) mempunyai goresan tidak teratur, berwarna abu-abu atau hitam sirna tiap-tiap percabangan ranting ada dua duri yang alami modifikasi di bagian ujungnya., satu berkelok serta yang lain lurus. (Heyna. 1897).
Batangnya silinder, berwarna coklat kemerahan, pada batang yang telah tua bakal berwarna keabu-abuan sirna, permukaan kasar, keras serta berkayu (Latif. 2002).

4. Daun
Daunnya berupa bulat telur atau lonjong dengan puncak membulat serta pinggir daun bergerigi. Panjang daunnya kurang 3, 8 cm, lebarnya 2, 9 cm. Daun berwarna hijau, mengkilap di segi atas serta hijau pucat keabu-abuan di bawah (Yovita. 2009).
Berdaun tunggal dengan letak yang berselang-seling, berupa bundar-lonjong, memiliki ukuran 2-9 cm x 1, 5-5 cm, dengan tepian yang berkilap, tak berbulu. Tulang daun membujur riil dengan tangkai daun memiliki ukuran panjang 8-15 mm. Daun berwarna hijau serta bakal menguring saat menua (Clifford. 2001).

5. Bunga
Bunganya kecil, bunga majemuk, berwarna hijau kekuningan, letak axilar daun (inflorescence), berpuncak datar, bunganya bergerombol (Yovita. 2009).
Gagang bunga panjangnya 2-3 mm, berwarna kekuningan, berbau harum. Daun mahkota sejumlah 5 helai, dengan daun kelopaknya sejumlah 5 serta bercuping bercuping. Benang sari 5 utas, dengan akan buah terbenam beruang 1-4 serta tangkai putik bercabang 2. Cakramnya bercuping 10 atau beralur-alur (Clifford. 2001).
Bunga uniseksual, nampak dari ketiak daun, berupa payung menggarpu, panjangnya 1-2 cm, tersusun atas 7-20 kuntum bunga (Latif. 2002).
Type polen pada Ziziphus marauritiana yaitu Tricolporat (Anjum. 2005).

6. Buah
Buah ini memiliki bentuk oval, obovate, lonjong atau bulat. Kulit berwarna hijau mengkilat, permukaan halu, tidak tebal namun ketat. Daging buah berwarna putih serta renyah. Mempunyai aroma yang enak (Clifford. 2001).
Buah-buahan berwarna hijau serta menguning waktu menua. Buah yang masak lunak, berair dengan kulit keriput serta mempunyai aroma mengasyikkan. Buah yang masak rasa-rasanya asam manis. Struktur serta rasa-rasanya serupa buah Apel (Anjuran. 2007).
Buahnya bertipe buah batu, berupa bulat, hingga bulat telur, bisa meraih ukuran 6 cm X 4 cm. Kulit buah halus atau kasar, mengkilap, berwarna kekuningan hingga kemerahan. Daging buah berwarna putih, banyak terkandung sari buah, rasa-rasanya asam atau manis (Gembong. 2009 : 309).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *